02 January 2013

Ajian Kemat Jaran Guyang ( Baridin )

Posted by edkhumaedi 18:07, under , | No comments

yyyyy
Cerita Baridin meupakan cerita yang sudah melekat pada masyarakat Cirebon yang di dokumentasikan lewat tarling putra sangkala yang dipimpin oleh sang maestro dan legenda tarling yaitu Bapak H. Abdul Ajid. Dan ini merupakan cerita atau Legenda Baridin merupakan cerminan dari keegoisan manusia yang mengakibatkan sakit hati yang perih. Cerita yang mengharu biru ini berakhir dengan kematian Baridin sebagai pelaku yang mengemat (Memelet), dan Suratminah atau Ratminah yang dikemat (dipelet). Baridin dikisahkan menjadi seorang jejaka yang terlewat usia karena selalu menunda masa lajangnya. Ia menyadari usianya memang sudah bukan remaja lagi. Namun kondisi perekonomian yang dialami semenjak ayahnya meninggal,tak kujung selesai. Baridin lebih memilih membantu ibunya, Mbok Wangsih, menjadi buruh tani. Namun mereka selalu bersyukur dengan kondisi yang diberikan oleh Allah tersebut. Hidup berdua dengan seorang ibu yang memilih jadi janda untuk membesarkan anak semata wayangnya Baridin. Mbok Wangsih hanya ditinggali rumah gubuk yang sederhana. Di pinggiran sungai dengan beberapa pohon pisang. Selain beburuh tandur (buruh tani) Mbok Wangsih mendidik Baridin untuk bisa membantu hidupnya. Jadilah Baridin tukang mluku (pembajak sawah). Modal kesehariannya adalah weluku (Alat bajak) peninggalan bapaknya. Adapun kerbau untuk menarik bajaknya ia pinjam dari orang lain. Sampai pada suatu hari Mang Bun (Bunawas) memberinya tugas untuk membajak sawahnya yang ada di perbatasan. Sebagai tanda pengikat Baridin memperoleh Nasi tumpeng dan bekakak ayam, juga wang bayaran. Usai sarapan pagi berangkatlah Baridin ke arah sawah milik Mang Bunawas. Di sebuah desa di kota Brebes Keluarga Bapak Dam (H. Damuri) yang kaya raya, sombong, angkuh dan pelit, hidup bersama anak gadis semata wayangnya yang bernama Suratminah (dipanggil Ratminah). Bapak Dam, pagi itu melepas Ratminah pergi ke pasar untuk berbelanja memenuhi kebutuhan hidupnya. Bapak Dam, sepeninggal anaknya berkelakar dengan tetangganya dengan kebiasaan memamerkan kekayaannya, namun giliran menugaskan apa saja selalu saja ia sungkan memberi uang jasa, tanda terimakasih. Begitu juga disaat tukang ramal lewat dan meramal Bapak Dam, Bapak Dam pun tak mau membayar jasa ramalannya, karena dalam ramlannya ia akan jatuh melarat dan anak satu-satunya Suratminah diramalkan akan menjadi gila. Bapak Dam pun mengusir peramal itu sembari mengumpat. Di jalan sebelum masuk area pasar Brebes, Ratminah digoda beberapa pemuda brandalan yang memuji kecantikannya dengan harapan disambut baik, Tapi Suratminah malah menghardik mereka. Dengan keangkuhan dan kepercayaan diri sebagai wanita anak orang terkaya di kota nya. Ratminah berhasil melawan gangguan usil anak-anak berandalan itu. Namun niatnya berbelanja justru tertunda. Hingga siang hari ia dikesalakan terus menerus meladeni kekurangajaran para brandalan dan ditambah lagi dengan munculnya Baridin yang mengajak berkenalan sembari memanggul weluku. Kehadiran Baridin yang berlagak menanyakan arah menuju Sawah Mang Bunawas, membuat kesal para berandalan yang sedang asik mengganggu Ratminah sembari berpantun. Baridin rupanya tak puas dengan bertanya pada anak-anak pemuda brandalan, ia juga bertanya sembari berusaha mengenalkan diri pada gadis cantik yang membuatnya terpana dan ingin berkenalan. Pertemuannya dengan Suratminah menimbulkan gejolak asmaranya ia jatuh cinta. Dan Baridin pun berusaha merayu dengan tembang dan sanjungan. Namun suratminah dengan seenaknya membolak-balikkan perkataan baridin sembari mengejeknya, karena Baridin seolah tidak bercermin kalau dirinya seorang pemuda miskin, dengan pakaian compang camping dan celana rombeng dan bau tubuh pengak keringat seorang petani. Gara-gara pertemuannya dengan pemuda brandalan dan kesalnya terhadap Baridin, Ratminahpun akhirnya gagal berbelanja. Ia menjadi kesal dan pulang. Begitu juga Baridin. Ia gagal berangkat ke sawah Mang Bun dan Baridin pun pulang kembali ke rumah. Ibunya kaget melihat kedatangan Baridin. Selain masih siang, persoalannya juga karena uang bayarannya sudah diterima dan nasi tumpengnya sudah habis dimakan sementara Weluku milik Baridin masih kering. Baridin hanya terdiam, ia malah asyik melamun. Membayangkan pertemuannya dengan Suratminah saat berkenalan di jalan Pasar kota Brebes. Ia lupa dengan yang ditanyakan ibunya. Bahkan saat Mang Bun datang menanyakan kenapa Baridin gagal menggarap sawahnya. Baridin dengan santai saja menjawabnya. “Kalau sabar ya besok dikerjakan,” jawabnya. Mang Bun akhirnya meminta agar uang dan nasi tumpengnya dikembalikan. Baridin dengan santai pula meminta agar ibunya mengembalikan. Ibunya gelisah bagaimana mengembalikannya, nasinya sudah habis dimakan Uang sudah dibelanjakan. Baridin pun dengan santai pula menjawab ; “kalau tak ada ya gunakan sarungnya saja sebagai jaminan”. Mang Bun akhirnya menerima saja Sarung Baridin sebagai jaminan meski sarungnya apek dan sudah buluk (lapuk). Sepeninggal Mang Bunawas, Mbok wangsih merasa malu atas ulah anaknya yang cepat sekali berubah. Namun ia agak girang juga manakala Baridin berterus terang bahwa dirinya tengah jatuh cinta pada seorang wanita dan ia menginginkan gadis pujaannya itu menjadi istrinya. Bayangan Mbok wangsih, ia bakal bisa menimang cucu dan rumahnya semakin ramai dengan suara menantu dan cucunya kelak. Namun mbok Wangsih kaget bukan kepalang manakala tahu perempuan yang menimbulkan anaknya terpincut itu seorang gadis kaum berada dan anak orang terkaya di Brebes pula. Saking cinta dan sayangnya pada Baridin, Mbok Wangsih pun tak kuasa menolak permintaan anaknya untuk melamar Suratminah binti Bapak Dam di kota Brebes. Berbekal pisang hasil imbuhannya dari pohon pisang di samping rumahnya. Mbok wangsih berangkat menuju kota Brebes dengan petunjuk arah dari Baridin putra terkasihnya. Di rumah Bapak H. Damiri (Bapak Dam) di kota Berbes. Pak Haji bingung dengan kepulangan anak perempuannya dengan wajah cemberut tanpa hasil belanjaan dan memulangkan kembali uang pemberiannya. Saat ditanya berbagai hal Ratminah yang masih kesal dengan anak-anak pemuda tak menjawab. Apalgi jika mengenang nama Baridin yang tiba-tiba jatuh cinta dan mengutarakan hasrat rasa hatinya itu kepadanya. Ratminah merasa pusing dan menyimpan kesan tersendiri dengan pemuda bernama Baridin yang lucu, lugu dan konyol itu. Namun dia harus tetap angkuh untuk menunjukkan status sosialnya sebagai anak orang kaya. Sampai kemudian Datang secara bergantian para pelamar yang disambut dengan keceriaan Bapak Dam. Maklum ia sudah merindukan anak perempuannya menikah. Sayangnya setiap kali datang pelamar setiap kali itu juga Ratminah menolaknya. Bahkan sampai pada kegelian dimana semua pelamar yang di tolak berkumpul, diantaranya Dalang tarling, Saudagar, Juragan, dan sopir. Mereka secara bersama-sama menyerang dengan ejekan dan hujatan pada Ratminah dan bapaknya. Dasar orang kaya yang berkuasa. Bapak Dam dan Suratminah, berhasil mengusir semua lelaki yang gagal melamar anaknya itu. Akan tetapi baru saja mereka hendak masuk ke ruang tengah, terdengar rumah diketuk oleh seorang wanita sembari terheran-heran dengan kemewahan rumah bapak Dam. Bangunan, taman Sangkar perkutut dan Bopi anjing milik Bapak Dam, Suratminah mengira perempuan itu adalah pengemis yang datang. Suratminahpun membuka pintu dan langsung memberi sedekah. Tapi ditolak oleh perempuan yang datang. Perempuan yang bernama Mbok Wangsih itu malah tertegun dengan kecantikan Suratminah. Pantaslah jika Baridin anak semata wayangnya terpesona dan ingin sekali meminang untuk dijadikan istrinya. Akhirnya Suratminah memanggil bapaknya mendengar perempuan yang datang itu punya tujuan pribadi, bukan hendak mengemis. Bapak Dam jadi bertambah kesal dengan laporan Suratminah. Baru saja ia dikesalkan dengan ulah arogan para pelamar yang ditolak anaknya, eh datang lagi perempuan aneh. Semakin bertambah kesal dan jengkel pula bapak Dam manakala Mbok Wangsih dengan jujur mengutarakan hasratnya untuk melamar Suratminah untuk putra yang dicintainya Baridin.
Mendengar apa yang dimaksud Mbok Wangsih, Bapak Dam dengan serta merta menghina, mengejek kemiskinan mbok Wangsih. Dengan hanya membawa pisang setundun, hendak melamar anaknya. Selain tertawa, bapak Dam, pun dengan keras menolak dan mengumpat atas kelancangan Mbok Wangsih. Namun Mbok Wangsih memaksa minta agar lamaranya diterima, demi anak kesayangannya Baridin. Mbok Wangsih pun meminta agar Surtaminah menjawab permohonannya. Jika Bapak Dam sebelumnya telah menolak dan menghina dirinya Mbok Wangsih masih maklum. Namun setelah mendengar jawaban Suratminah yang menolak lamaran bahkan dengan keras ia menendangnya, serta meludahi mukanya sembari melemparkan pisang bawaan ke tubuhnya. Mbok wangsih menjadi sakit hati dan perasaannya terkoyak. Ia menyalahkan Baridin yang tidak mau bercermin terebih dahulu sebelum menentukan keinginannya. Dengan tubuh lunglai dan hati yang robek Mbok Wangsih meninggalkan rumah bapak Dam. Dengan pikiran kesal dan penuh kemarahan pada Baridin. Di rumah gubug bambu beratap rumbia, Baridin menatap langit bercahaya rembulan dengan keindahan semburat merah yang memancar bagai impian dan harapannya yang berpendaran di kepalanya. Sedang asyik melamun hingga ke puncak harapannya dapat menikahi gadis pujaannya Suratminah berkat usah Ibunya yang kini tengah berangkat seharian melamar dan belum pulang. Baridin dikejutkan dengan kedatangan Ibunya yang kembali dengan wajah sedih dan buntelan pisang yang masih utuh. Baridin pun bertanya, barangkali saja ibunya kecapean karena tidak berhasil menemukan rumah Suratminah. Namun apa yang dikiranya justru terbalik. Ibunya ternyata gagal dalam upaya melamar Suratminah menjadi istrinya. Baridin tertegun dengan apa yang diceritakan ibunya. Ungkapan marah dan keperihan hati ibunya masih bisa diterima oleh Baridin, karena ia mengakui kemiskinan yang menjerat hidupnya. Namun sikap angkuh Bapak Dam dan Suratminah yang tak dsangka berani menghina dan meludahi wajah ibunya, justru yang membuat Baridin menjadi ikut sakit dan mendadak sontak ia rubah cintanya menjadi benci, kemarahan dan dendam yang tak tertahankan. Ditambah lagi manakala mbok Wangsih mengusirnya, karena merasa dipermalukan oleh sikap tolol Baridin. Mbok Wangsih dengan kemarahan yang meluap dengan tega malam itu mengusir Baridin dari rumah. Mbok Wangsih merasa malu dengan sikap anaknya yang tak mempertimbangkan kondisi kemiskinan dan kemelaratan yang melanda keluarganya. Baridin, sembari menahan tangis dan batin yang tersayat, terus berjalan di kegelapan malam. Ia meninggalkan ibu dan rumahnya. Baridin berjalan sampai jauh ke arah Kulon, sembari mengumbar dendamnya. Sampai kemudian ia bertemu dengan sahabat karibnya. Sahabat Karib Baridin bernama Gemblung Binulung (Meski punya wajah seperti orang gemblung tapi suka menulung/menolong). Gemblung ikut prihatin atas nasib sahabatnya Baridin. Kembali ia berniat menolong meredakan api cinta Baridin pada Suratminah. Baridin hampir tidak percaya jikalau Gemblung sahabatnya yang berwajah bloon itu dapat memberikan pertolongan pada nasibnya yang sial. Tapi setelah gemblung mengatakan memiliki ajian peninggalan mendiang bapaknya, dan Baridin membaca sebuah rapalan dari kertas tua dengan judul Ajian Kemat Jaran Guyang, ia pun percaya. Atas nasehat sahabatnya itu Baridinpun pun kemudian ditugasi mandi keramas, lalu melakukan niat berpuasa pati geni selam 40 hari empat puluh malam dengan membaca niat di malam kelahirannya berkisar pukul 12 malam. Malam itu dalam keremangan, suasana yang sunyi. Baridin Merapalkan Ajian Kemat Jaran Guyang. Alam tiba-tiba bergetar. Langit memunculkan udara panas. Bau kemenyan yang lemah merambah ke mana-mana. Orang yang terasa terbangun dari tidurnya. Ia yang lemah imannya dan yang dalam hidupnya selalu sombong bhakan kerap berlaku angkuh, malam itu dibangunkan dari tidur. Di rumah Bapak Dam, menjelang jam satu. Ia dikesalkan dengan bunyi tokek yang berulang-ulang. Kekesalan dikarenakan saat dihitung suara tokek itu, jatuhnya pada hitungan miskin. Begitu juga saat dibalik tetap saja jatuhnya di hitungan miskin. Begitu juga disaat Tukang Tongprek/ronda lewat tengah malam yang merasa aneh. Pagi hari kekesalan terus bermunculan. Bapak Dam kaget dengan ulah Ratminah yang malas-malasan dan sedikit-sedikit tertawa dan cengengesan sendiri sambil mengucap dan menyebut-nyebut Kang Baridin. Dan Bapak Dam tak mengerti siapa itu Baridin. Kekesalan Bapak Dam, semakin bertambah saat menyuruhi Ratminah merebus air, setelah ditunggu lama ia muncul membawa golok. Saat disuruh mandi dia malah diam sendiri. Lagi-lagi Ratminah menyebut kata Kang Baridin secara berulang-ulang. Bapak Dam tambah bingung manakala anaknya berdandan dengan pakaian yang jelek dengan rambut diuraikan tak teratur dan keluar rumah sembari bertanya pada tetangga tetangganya dimana Kang Baridin. Ratminah terus berjalan dan semakin jauh meninggalkan rumah dan bapaknya. Ia berjalan, berlari seperti kuda yang tak kenal lelah. Ia berlari sembari berteriak-teriak menyebut Kang Baridin. Ratminah lupa makan dan minum. Ia terus meneriakkan keinginannya bertemu kang Baridin Ratminah terguncang jiwanya. Sikapnya berubah labil. Dia selalu memuja Baridin dan berjalan sembari mengundang nama Baridin. Ia menjadi tertawaan anak-anak karena dia memang layak disebut Wong Edan. Bapak Dam pun seketika jatuh miskin. Uangnya dihambur-hamburkan untuk memberi upah pada tetangga dan orang-orang yang mengaku bisa menyembuhkan Ratminah dan siap mencari Suratminah. Namun ga ada yang berhasil. Di Desa Jagapura Baridin tengah bekerja membajak sawah sembari menggerakkan Kerbaunya, Baridin bernyanyi mengenang hati sanubarinya yang perih dan merana. Ia masih juga puasa dan belum mau berbuka, sebelum melihat dengan kepala sendiri hasil ajian yang dilakoni atas petunjuk sahabatnya gemblung Binulung. Sampai pada suatu hari Suratminah datang. Di pinggiran sawah yang tengah digarap Baridin wanita itu menangis. Wajahnya yang cantik terbaur dengan debu jalanan. Bajunya compang camping penuh debu dan bau lumpur akibat perjalanan jauh. Suaranya kian serak memanggil manggil berjuta kali, nama Kang Baridin. Ia menangis di kaki Baridin, sembari meminta maaf. Namun Baridin dengan tegar, hanya terdiam. Belum mengeluarkan kata maaf, karena Baridin malah mbongganaken (menyalahkan) sikap buruk dan kesombongan Suratminah dan Bapaknya yang menghina Ibu yang dicintainya; Mbok Wangsih. Ratminah akhirnya tak kuat lagi menahan cinta dan kasihnya. Ia peluk Baridin dengan kekuatan yang trsisa, saat itu juga Ratminah merobohkan tubuhnya yang lemas, ia meninggal dunia. Baridin tersentak. Ia dan penduduk setempat kemudian mengebumikan jenajahnya di Pekuburan Desa Jagapura. Sore harinya menjelangmagrib usai tahlillan almarhum Suratminah, Baridin mendadak terjatuh tak kuat dengan kondisi tubuhnya yang lemah. Niatnya hendak berbuka puasa selepas magrib pun gagal. Ia pun meninggal dengan tubuh meluruk di atas tanah di hadapan majelis tahlil. Esok harinya masyarakat Desa Panguragan menguburkan jenajah Baridin di samping kuburan Suratminah. Mereka menjadi pasangan cinta yang Agung di alam kubur. Sedang kedua orang tua dan sahabat-sahabat yang dicintainya hanya bisa tertunduk haru di makam kedua pasangan yang gagal menyatu menjadi pasangan cinta didunia, akibat dari perbedaan status ekonomi yang berbeda. Tangisan dan airmata berjatuhan dimana-mana. Kenapa kemiskinan selalu saja menjadi sumber petaka atas kehidupan manusia di dunia.......??? Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya...Amin.

Dan bagi pengen denger ceritanya langsung download aja di bawah ini

Ok...selamat menikmati cerita baridin yang begitu fenomenal di kalangan masyarkat cirebon

SELAMAT TAHUN BARU 2013

Posted by edkhumaedi 15:45, under | No comments

Selamat Tahun Baru 2013.......
Tahun Baru merupakan ajang koreksi diri dan 
sebagai awal pijakan 
untuk menuju masa yang lebih baik dari tahun 2012....
Satu tahun bertambah usia kita
 yang semakin hari 
semakin tua dan semakin dekat 
dengan akhir hidup di dunia.

27 March 2012

Sejarah Cirebon

Posted by edkhumaedi 22:39, under | No comments

Mengawali cerita sejarah ini sebagai Purwadaksina, Purwa Kawitan Daksina Kawekasan, tersebutlah kerajaan besar di kawasan barat pulau Jawa PAKUAN PAJAJARAN yang Gemah Ripah Repeh Rapih Loh Jinawi Subur Kang Sarwa Tinandur Murah Kang Sarwa Tinuku, Kaloka Murah Sandang Pangan Lan Aman Tentrem Kawontenanipun. Dengan Rajanya JAYA DEWATA bergelar SRI BADUGA MAHARAJA PRABU SILIWANGI Raja Agung,
Punjuling Papak, Ugi Sakti Madraguna, Teguh Totosane Bojona Kulit Mboten Tedas Tapak Paluneng Pande, Dihormati, disanjung Puja rakyatnya dan disegani oleh lawan-lawannya.Raja Jaya Dewata menikah dengan Nyai Subang Larang dikarunia 2 (dua) orang putra dan seorang putri, Pangeran Walangsungsang yang lahir pertama tahun 1423 Masehi, kedua Nyai Lara Santang lahir tahun 1426 Masehi. Sedangkan Putra yang ketiga Raja Sengara lahir tahun 1428 Masehi. Pada tahun 1442 Masehi Pangeran Walangsungsang menikah dengan Nyai Endang Geulis Putri Ki Gedheng Danu Warsih dari Pertapaan Gunung Mara Api.

Mereka singgah di beberapa petapaan antara lain petapaan Ciangkup di desa Panongan (Sedong), Petapaan Gunung Kumbang di daerah Tegal dan Petapaan Gunung Cangak di desa Mundu Mesigit, yang terakhir sampe ke Gunung Amparan Jati dan disanalah bertemu dengan Syekh Datuk Kahfi yang berasal dari kerajaan Parsi. Ia adalah seorang Guru Agama Islam yang luhur ilmu dan budi pekertinya. Pangeran Walangsungsang beserta adiknya Nyai Lara Santang dan istrinya Nyai Endang Geulis berguru Agama Islam kepada Syekh Nur Jati dan menetap bersama Ki Gedheng Danusela adik Ki Gedheng Danuwarsih.

Oleh Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang diberi nama Somadullah dan diminta untuk membuka hutan di pinggir Pantai Sebelah Tenggara Gunung Jati (Lemahwungkuk sekarang). Maka sejak itu berdirilah Dukuh Tegal Alang-Alang yang kemudian diberi nama Desa Caruban (Campuran) yang semakin lama menjadi ramai dikunjungi dan dihuni oleh berbagai suku bangsa untuk berdagang, bertani dan mencari ikan di laut.

Danusela (Ki Gedheng Alang-Alang) oleh masyarakat dipilih sebagai Kuwu yang pertama dan setelah meninggal pada tahun 1447 Masehi digantikan oleh Pangeran Walangsungsang sebagai Kuwu Carbon yang kedua bergelar Pangeran Cakrabuana. Atas petunjuk Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Pangeran Walangsungsang mendapat gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang mendapat gelar Hajah Sarifah Mudaim, kemudian menikah dengan seorang Raja Mesir bernama Syarif Abullah. Dari hasil perkawinannya dikaruniai 2 (dua) orang putra, yaitu Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah.

Sekembalinya dari Mekah, Pangeran Cakrabuana mendirikan Tajug dan Rumah Besar yang diberi nama Jelagrahan, yang kemudian dikembangkan menjadi Keraton Pakungwati (Keraton Kasepuhan sekarang) sebagai tempat kediaman bersama Putri Kinasih Nyai Pakungwati. Stelah Kakek Pangeran Cakrabuana Jumajan Jati Wafat, maka Keratuan di Singapura tidak dilanjutkan (Singapura terletak + 14 Km sebelah Utara Pesarean Sunan Gunung Jati) tetapi harta peninggalannya digunakan untuk bangunan Keraton Pakungwati dan juga membentuk prajurit dengan nama Dalem Agung Nyi Mas Pakungwati.

Prabu Siliwangi melalui utusannya, Tumenggung Jagabaya dan Raja Sengara (adik Pangeran Walangsungsang), mengangkat Pangeran Carkrabuana menjadi Tumenggung dengan Gelar Sri Mangana. Pada Tahun 1470 Masehi Syarif Hiyatullah setelah berguru di Mekah, Bagdad, Campa dan Samudra Pasai, datang ke Pulau Jawa, mula-mula tiba di Banten kemudian Jawa Timur dan mendapat kesempatan untuk bermusyawarah dengan para wali yang dipimpin oleh Sunan Ampel. Musyawarah tersebut menghasilkansuatu lembaga yang bergerak dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dengan nama Wali Sanga.

Sebagai anggota dari lembaga tersebut, Syarif Hidayatullah datang ke Carbon untuk menemui Uwaknya, Tumenggung Sri Mangana (Pangeran Walangsungsang) untuk mengajarkan Agama Islam di daerah Carbon dan sekitarnya, maka didirikanlah sebuah padepokan yang disebut Pekikiran (di Gunung Sembung sekarang).

Setelah Sunan Ampel wafat tahun 1478 Masehi, maka dalam musyawarah Wali Sanga di Tuban, Syarif Hidayatullah ditunjuk untuk menggantikan pimpinan Wali Sanga. Akhirnya pusat kegiatan Wali Sanga dipindahkan dari Tuban ke Gunung Sembung di Carbon yang kemudian disebut puser bumi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sedangkan sebagai pusat pemerintahan Kesulatan Cirebon berkedudukan di Keraton Pakungwati dengan sebutan GERAGE.

Pada Tahun 1479 Masehi, Syarif Hidayatullah yang lebih kondang dengan sebutan Pangeran Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyi Mas Pakungwati Putri Pangeran Cakrabuana dari Nyai Mas Endang Geulis. Sejak saat itu Pangeran Syarif Hidayatullah dinobatkan sebagai Sultan Carbon I dan menetap di Keraton Pakungwati.

Sebagaimana lazimnya yang selalu dilakukan oleh Pangeran Cakrabuana mengirim upeti ke Pakuan Pajajaran, maka pada tahun 1482 Masehi setelah Syarif Hidayatullah diangkat menajdi Sulatan Carbon membuat maklumat kepada Raja Pakuan Pajajaran PRABU SILIWANGI untuk tidak mengirim upeti lagi karena Kesultanan Cirebon sudah menjadi Negara yang Merdeka. Selain hal tersebut Pangeran Syarif Hidayatullah melalui lembaga Wali Sanga rela berulangkali memohon Raja Pajajaran untuk berkenan memeluk Agama Islam tetapi tidak berhasil. Itulah penyebab yang utama mengapa Pangeran Syarif Hidayatullah menyatakan Cirebon sebagai Negara Merdeka lepas dari kekuasaan Pakuan Pajajaran.

Peristiwa merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pajajaran tersebut, dicatat dalam sejarah tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala, bertepatan dengan 12 Shafar 887 Hijiriah atau 2 April 1482 Masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon.

Sumber : www.cirebonkab.go.id

23 August 2011

Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran

Posted by edkhumaedi 19:39, under | No comments

1. Pengertian Media

Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan.

Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “, dengna demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.

Kit Lay Bourne ( 1985 : 82 ) menyatakan bahwa “ penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa cukup dapat mengawasi suatu berita.” Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap, akan memperbesar pekuang terjadinya verbalisme.

Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran, dan bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut, khususnya menggunakan presntasi power point dimana anak didik mempunyai keinginan untuk maju, dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak.

Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka.

Arief S. Sadiman ( 1984:6 ) mengatakan bahwa media “ adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti film, buku dan kaset “. RE Clark ( 1996 : 62 ) mengungkapkan bahwa “ the of of media to encourage student to invest more afford in hearing has along history “.

Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakn anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan.

Menurut Soeparno ( 1987:8 ) menyebutkan ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar, yakni :

a. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar,

b. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu

c. ada perbedaan karakteristik setiap media

d. ada perbedaan pemakai media tersebut

e. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan

Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.

2. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Penggunaannya

Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor. Arief S. Sadiman ( 1996 : 83 ) mengatakan bahwa :

Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization ) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.

Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras ( hard ware ) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit computer lengkap yang sauah terkoneksikan dengan LCD Proyektor. Dengan demikian media ini hendaknya menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya PKn.

a. Komputer sebagai Media Pembelajaran

Aplikasi komputer dalam bidang pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara individual (individual learning). Pemakai komputer atau user dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi. Perkembangan teknologi komputer jaringan (computer network/Internert) saat ini telah memungkinkan pemakainya melakukan interaksi dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang diinginkan. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Beberapa lembaga pendidikan jarak jauh di sejumlah negara yang telah maju memanfaatkan medium ini sebagai sarana interaksi. Pemanfaatan ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik (feedback) yang segera kepada pemakainya. Contoh penggunaan internet ini adalah digunakan oleh Universitas terbuka dalam penyelenggaraan Universitas Terbuka Jarak Jauh disamping mahasiswa mendapat modul untuk proses belajar mengajar dia juga dapat mengakses informasi melalui internet. Kuliah lewat Internet oleh IBUteledukasi.com. Universitas virtual IBUteledukasi ini didirikan oleh Adi sasono, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bekerjasama dengan Universitas Tun Abdul Razak (Unitar) Malaysia yang sudah lebih dulu menyelenggarakan perkuliahan online.

Pada pendidikan jarak jauh Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Interaksi pembelajaran pada program Magister Manajemen Rumah Sakit dan Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan dilakukan melalui surat elektronik (e-mail) mahasiswa harus menjawab 75% pertanyaan melalui e-mail. Contoh lain pemanfaatan jaringan komputer dilakukan di Universitas Indonesia (UI). Sejak tahun 1994 UI telah mengembangkan infrastruktur informasi yang dikenal dengan nama Jaringan Universitas Indonesia Terpadu (JUITA). JUITA menghubungkan sebelas fakultas dan lembaga-lembaga penting yang ada di UI dengan menggunakan jaringan serat optik ( Sri Hartati, dkk 1997 dalam Benny A. Pribadi dan Rosita, Tita, 2000).

1. Kelebihan Komputer

Heinich dkk. (1986) mengemukakan sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium komputer. Aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan mahasiswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer dalam lembaga pendidikan jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap mahasiswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan "kesabaran komputer", dapat membantu mahasiswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi mahasiswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektivitas belajar bagi mahasiswa yang lebih cepat (fast learner).Disamping itu, komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Komputer juga dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan ini mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation). Hal ini menyebabkan komputer mampu menyampaikan informasi dan pengetahu-an dengan tingkat realisme yang tinggi. Hal ini me-nyebabkan program komputer sering dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi. Lebih jauh, kapasitas memori yang dimiliki oleh komputer memungkinkan penggunanya menayangkan kembali hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya. Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.

Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk melakukan percobaan. (Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:11-12)

2. Kekurangan Komputer

Selanjutnya Benny dan Tita (2000) memberi penjelasan. Disamping memiliki sejumlah kelebihan, komputer sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memerlukan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan. Masalah lain adalah compatability dan incompability antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama. Disamping kedua hal di atas, merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus.

b. Penggunaan Jaringan Komputer untuk Pembelajaran

Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem. Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer Conferencing System (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui surat elektronik atau E-mail. Beberapa kelebihan pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh yaitu: dapat memperkaya model-model tutorial, dapat memecahkan masalah belajar yang dihadapi mahasiswa dalam waktu yang lebih singkat dan dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam memperoleh informasi. CCF memberi kemungkinan bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan interaksi pembelajaran langsung antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok (Mason, 1994 dalam Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:13-14)

B. Kreativitas Siswa

1. Pengertian

Kreativitas yang didmiliki oleh manusia sejak dilahirkan ke dunia suatu yang wajar. Demikian juga dengan guru, karena kreatvitasnya itu maka seseorang dapat mengaktualkan dirinya. Di sini terutama dalam penggunaan media pembelajaran PKn, mengingat peranan guru yang sangat besar dalam pembentukan sikap dan mental serta pengembangan intelektualitas anak yang dimilikinya.

Nanda Sudjana ( 1987 : 20 ) mengatakan bahwa kreativitas ”merupakan cara atau usaha mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran ”. Pengaruh yang diberikan oleh guru dalam pendekatannya dengan siswa bisa saja lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh kesempatan untuk merangsang siswa dan kalau ingin menghambatnya lebih banyak dari orang tua siswa.

Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran, tentumya tidak terlepas dari bagaimana guru tersebut mengajar. Guru Pkn perlu memperhatikan pedoman datau falsafah dalam mengajar. Ini akan bermanfaat guna pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Samion AR ( 2001 : 4 ) menyatakan bahwa :

Falsafah mengajar yang harus diperhatikan oleh guru dalam menumbuhkan kreativitas siswa adalah :

a. mengajar adalah sangat penting dan sangat menyenangkan

b. siswa patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik

c. siswa hendaknya menjadi pelajar yang aktif

Dengan memperhatikan pendapat di atas dan melaksanakan secara optimal, maka guru dalam penggunaan media juga harus memperhatikan hal-hal tersebut. Media yang dipergunakan sebagai alat bantu dapat saja menjadi pendorong bagi anak didik. Mempermudah untuk memahami materi yang disajikan. Pendorong agar para guru mempunyai daya kreativitas tinggi tentunya berpengaruh dengan cita-cita. Cita-cita disini merupakan pusat dari bermacam-macam kebutuhan, artinya kebutuhan-kebutuhan biasanya dipusat di sekitar cita-cita itu.

Guru perlu mempunya cita-cita dalam perencanaan dan penggunaan media, karena cita-cita di sini mampu memposisikan energi psikis untuk belajar memanfaatkan media dan juga dalam penggunaan pendidikan. Dalam pencapaian cita-cita tersebut guru perlu melakukan langkah-langkah agar kreativitas siswa dan pembelajaran dapat berhasil guna. Upaya-upaya yang dilakukan guru dalam menciptakan kreativitas anak adalah :

a. Menetapkan bahan pembelajaran dan menyediakan media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran

Bahan pembelajaran merupakan isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Bahan yang disajikan inilah mengantarkan siswa pada tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk mempermudah dalam pencapaian tujuan pengajaran tentunya menggunakan media yang mana media mempunyai keterkaitan dengan bahan yang disampaikan ( relevansi )

b. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar

Kegiatan belajar mengajar, tentunya mempunyai hubungan yang erat dengan materi pelajaran. Guru mempunyai keinginan supaya anak didiknya berkembang perlu dapat mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Dimana kegiatan itu dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan siswa sebagai penerima materi di dalam interaksinya dalam belajar mengajar.

Kegiatan belajar mengajar itu dihubungkan dengan cara guru menyampaikan materi pelajaran agar dapat dipahami oleh anak didik, dan anak atau siswa menerima materi yang disampaikan oleh guru tersebut. Perlu untuk diketahui bahwa kegiatan belajar siswa banyak dipengaruhi oleh kegiatan guru.

2. Kemampuan Siswa Dalam Mengekpresikan Gagasan Sebagai Wujud Kreativitas

Dalam kaitannya dengan kreativitas Supriadi ( 1989 : 303 ) mengatakan ciri kehidupan sekolah yang kondusif untuk tumbuhnya kreativitas keilmuan adalah :

a. memberikan peluang kepada siswa untuk mengekspresikan gagasan secara aman. Mengeluarkan pendapat merupakan suatu keinginan yang harus dihargai oleh guru, agar dalam membuat media pengajaran PKn tidak dimonopoli oleh guru bidang studi PKn. Siswa dilibatkan karena tujuan pembelajaran semuanya adalah untuk keberhasilan siswa

b. menghargai prestasi siswa

c. menghargai imajinasi siswa

d. menghormati keunikan individu siswa

e. menyediakan sumber-sumber informasi yang memadai untuk kebutuhan siswa

f. mampu mengakomodasikan minat siswa yang beragam

g. melatih kepekaan siswa

Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapatnya harus dihargai dan bagaimana caranya agar siswa tersebut tidak merasa mempunyai kekurangan dalam menumbuhkan kreativitasnya, dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK tentu saja diharapkan siswa mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat di dalam diri mereka. Seorang anak yang mempunyai kretaivitas tinggi tentunya berbeda dengan siswa yang mempunyai krativitas rendah.

Siswa yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Sedangkan siswa yang berkreativitas rendah terlihat kurang menanggapi permasalahan dalam pembelajaran. Siswa yang kurang kreativitas tidak akan bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas siswa tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.

C. Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis TIK Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa

Media pembelajaran berbasis TIK sangat erat kaitannya dengan kreativitas anak, dan anak yang mempunyai kreativitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik pula dan mereka tidak ingin mempermasalahkan berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan.

Kreativitas yang merupakan kemampuan seseorang untuk mengaktualkan dirinya dalam pergaulan dan juga dalam pembelajaran di sekolah. Hal in yag diharapkan agar dengan adanya media pembelajaran atau dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK anak dapat kreatif dan berkembang sesuai yang diinginkan. Adapun ciri-ciri anak yang mempunyai kreativitas tinggi menurut Asep H. Hermawan ( 1997 : 50 ) :

1. selalu ingin mengetahui sesuatu yang benar
2. selalu ingin mengubah sesuatu yang telah ada
3. mencoba hal-hal yang baru

Iman Kepada Qada dan qadar

Posted by edkhumaedi 19:24, under | No comments

I. Pengertian Qada dan Qadar

Iman kepada qada dan qadar adalah mempercayai bahwa segala sesuatu di dunia ini ditetapkan atas kehendak Allah SWT. Qada artinya ketentuan Allah atas segala sesuatu yang diucapkan. Qadar artinya ketetapan Allah SWT di zaman azali (sebelum terjadi sesuatu) bagi semua makhluk-makhluk-Nya.

Qada dan qadar merupakan rahasia Allah, hanya Allah saja yang mengetahui-Nya. Oleh karena itu, sebelum terjadi takdir kita harus berusaha sekuat tenaga (ikhtiar). Jika kita sudah berusaha ternyata kejadia itu masih menimpa kita, berarti itu sudah takdir dari Allah. Kita wajib menerimanya dengan ikhlas dan sabar.

Contoh: apabila kita mendapat nilai ulangan kurang baik, padahal kita sudah belajar dengan sungguh-sungguh dan rajin tetapi tetap saja mendapat nilai yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, kita harus menerimanya dengan ikhlas dan sabar disertai doa agar dimudahkan dan dipahamkan dalam belajar.

II. Ketentuan Baik dan Buruk dari Allah SWT.

Segala sesuatu yang ada di alam dunia ini telah ditentukan oleh Allah SWT. Allah SWT telah menentukan perjalanan alam ini sejak zaman azali. Ketentuan baik dan buruk pada manusia lazim disebut dengan qada dan qadar.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketentuan baik dan buruk itu biasanya disebut takdir. Takdir ada dua, yaitu:

1. Takdir Mubram, yaitu takdir yang tidak dapat dicegah atau dielakkan oleh manusia walaupun dengan usaha yang bagaimana saja, seperti jenis kelamin bagi calon bayi yang telah ditentukan Allah SWT, laki-laki atau perempuan

2. Takdir Muallaq, yaitu takdir yang tergantung atas usaha atau ikhtiar seseorang, seperti kepandaian atau kebodohan seseorang tergantung pada usaha dan ikhtiarnya, yakni belajar atau tidak.

Dengan adanya takdir muallaq itu, maka diwajibkan untuk selalu berikhtiar dan berusaha dengan sungguh-sungguh dan sekuat tenaga yang ada pada diri kita guna memperoleh kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Related Posts with Thumbnails